Minggu, 10 Februari 2013

ELEMEN MESIN


§ Baut Pengikat
          Digunakan untuk mengikat dua komponen atau lebih, dengan atau tanpa menahan gaya. Berfungsi sebagai pemegang, penutup, penyetel, penyambung dan sebagainya. Elemen yang paling tepat, sederhana dan ekonomis bila digunakan pada konstruksi yang diinginkan untuk dilepas pasang. Pemilihan bahan untuk baut pengikat dapat dilihat berdasarkan kekuatan yang dibutuhkan oleh baut tersebut.
          Menurut standar, kekuatan baut ditunjukkan dengan simbol kualitas dua buah angka yang dipisahkan dengan titik. Simbol tersebut dicantumkan pada kepala baut dan biasanya untuk baut-baut dengan ukuran diameter nominal ulir 5 mm (karena masih cukup untuk diberi tanda).
Contoh : 8.8 (Dibaca: delapan titik delapan).
Ø  Angka Pertama
Nilainya 1/100 kali harga kekuatan patah minimal bahan baut tersebut, dalam N/mm2.

Ø  Angka Kedua
Apabila dikalikan dengan angka pertama, nilainya 1/10 kali harga kekuatan mulur minimal (Re) bahan baut tersebut, dalam N/mm2.
                   
  


Contoh :
Baut dengan kualitas 5.6 artinya baut dibuat dari bahan yang mempunyai:
Kekuatan tarik (kekuatan patah minimal) = 5 X 100 (N/mm2)
                                                                     = 500 (N/mm2)
Kekuatan mulur minimal                           = 5 X 6 X10 N/mm2)
                                                                     = 300 (N/mm2)

§  Mur
Mur adalah elemen mesin sebagai pasangan ulir luar yang umumnya sudah dinormalisasikan. Seringkali mur dibuat langsung pada salah satu dari kedua bagian pelat yang akan disambung.

Gerak mur terhadap baut dianggap sebagi gerak putar dan gerak lurus, tetapi untuk pemeriksaan konstruksi hanya dihitung berdasarkan tekanan permukaan pada profil ulirnya, sehingga diperoleh tinggi mur yang memadai.
§  Ring
Merupakan salah satu bagian elemen mesin yang penting dalam pengikatan yang berfungsi sebagai pelengkap peningkatan mutu pengikatan maupun sebagai pengikat atau penahan langsung pada pengikatan baut-mur.
Ring dikelompokkan menjadi dua kelompok utama berdasarkan fungsinya:
Ø Ring pengikat
           Disisipkan pada ikatan mur dan baut sebagai peningkat mutu pengikatan.
Ø Ring penahan
           Berfungsi langsung menahan gerakan arah aksial dan menetapkan kedudukan elemen-elemen pada poros atau lubang, serta sebagai ring pengaman. Elemen ini harus mudah dilepas-pasang sehingga harus dibuat dari baja yang tahan terhadap tegangan geser yang besar.

§  Pasak
Termasuk elemen mesin penghubung poros dengan lubang yang sifatnya semi permanen. Bentuk dasarnya berupa balok dari logam yang dibuat khusus menurut kebutuhan.
Fungsi pasak sebagai :
Ø Penyalur putaran dari poros ke lubang atau sebaliknya. Pengaman hubungan poros dengan elemen transmisi putar.
Ø Sebagai dudukan pengarah pada konstruksi gerakan.



Ring Penahan
Berdasarkan jenis penggunaan, ring penahan dikelompokkan menjadi 2 macam :

§  Ring penahan luar
Disebut ring penahan luar (External Retaining Ring) karena hanya bisa dipasang pada poros silinder saja, tentunya dengan alur khusus sebagai tempat kedudukan ring.





§  Ring penahan dalam
Disebut ring penahan dalam (Internal Retaining Ring) karena hanya bisa dipasang pada lubang silinder saja.







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar